Entah kenapa aura warung internet (warnet) menjadi stimulan tersendiri bagi saya untuk menulis. Sering kali saya memilih untuk menulis sebuah tulisan di warnet, daripada mengetiknya di rumah atau kamar kos kemudian meng-copypaste-nya di warnet. Warnet memiliki aura tersendiri saja bagi saya. Mulai dari suasana khas ruangan yang serba tertutup dengan AC dingin di dalamnya, suara berisik anak sekolah, mahasiswa, atau pun orang-orang di dalam warnet, suara tuts keyboard ataupun bunyi “klik-klik” dari mouse tetangga sebelah, menciptakan suasana traffic tersendiri, yang bagi saya itu MENYENANGKAN.
Agak aneh memang bagi sebagian orang. Karena walaupun ada modem di rumah atau kosan, aura warnet tetap saya rindukan. Pernah saya mengetik sebuah tulisan sambil beberapa kali menangis (karena memang isi tulisannya bagi saya menyedihkan, hehe..), dan itu saya lakukan di warnet, qeqeqe.. Dulu saat masih ngekos di Jakarta, teman-teman kosan sampai hafal dengan kesenangan saya menyambangi warnet yang frekuensinya memang bisa dikatakan “sering”.
Tidak semua tulisan saya, saya tulis di warnet memang. Sebagian yang lain saya tulis saat menjelang tidur, tengah malam, atau kadang subuh, saat suasana lengang dan dunia tertidur lelap. Hmmm,, bagi saya ada kenikmatan tersendiri saja ketika duduk berjam-jam di warnet sembari menulis dan kemudian meng-upload tulisan di blog atau situs lainnya. Adakah yang sependapat juga dengan saya tentang aura warnet ini? Atau jangan-jangan hanya saya sendiri yang merasakannya?
